Peran Pembina


 







MATERI ASWAR 1431 H
PERAN BADAN-BADAN PEMBINA

Oleh : Hj. Dra. Tatik Farichah



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
بشـــهرمــضان بفضــــل ربــــنا
*
الحـد لله الـــذى اتــ­ــــــــانــــــــــا
طــوبــى لــــمن طلبــه كـما ثبت
*
وليـــــــــــلة القـدربـه قد نـزلت
علـــــيك يـــارءوف يـــارحــــيم
*
ياســـيدى الصــلاة والســـــلام
عــــــندالــــــكريــم ابـــداوربــنا
*
انـت المشفع الشفيع اشفـع لـــنا
علــــــــيك ربـــنــي بـــــاذن الله
*
يـا ايـــها الــــــغوث ســــــلام الله
مو صــــلة للحضــرة  العــليــة
*
وانـظرالـى سـيدى بــنــــــــــظرة
أما بــعد

I.       PENDAHULUAN
Puji Syukur kita panjatkan kepadaAlloh SWT, atas limpahan rahmat nikmat yang telah diberikan kepada kita. Sholawat salam semoga selalu tercurahkan kepangkuan junjungan kita Rasuluulloh SAW. Salam ikroman wa ta’dhiman kita haturkan para kekasih Alloh, khususnya kepada Ghouts Hadzaz Zaman RA.
Sebagaimana kita ma’lumi, bahwa Al Ghouts itu menanggung permaslahannya Umat Jami’al ‘alamin (  هو حمل هموم اهل الدنيا).oleh karena itu Perjuang Wahidiyah ditujukan untuk memperbaiki keadaan masyarakat jami’al ‘alamin tanpa pandang bulu. Kita para pengamal sebagai penerus perjuangan ini diharapkan agar terus meningkatkan pembinaan dan penyiaran Wahidiyah pada masyarakat jami’al ‘alamin tanpa pandang bulu.  
Untuk melaksanakan tugas ini secara maksimal Beliau Hadzrotus Syeh Muallif telah membentuk wadah perjuangan yang dinamakan PENYIAR SHOLAWAT WAHIDIYAH disingkat PSW.
Dalam susunan Pengurus PSW (Pusat, Wilayah, Cabang,) terdiri dari :
1.      Unsur Pimpinan
2.      Unsur Pembantu Pimpinan
3.      Unsur Pelaksana
Unsur Pelaksana adalah Badan-badan (ART BAB III Pasal 18 ayat 1 dan 3). Diantara Badan-badan itu ada yang disebut dengan Badan-badan Pembina. Mengapa disebut Badan Pembina ? Karena Badan-badan itu mempunyai kelompok individu yang menjadi binaannya.
·        Badan Pembina Wanita Wahidiyah kelompok individu kalangan Wanita
·        Badan Pembina Remaja Wahidiyah kelompok individu kalangan Remaja
·        Badan Pembina Mahasiswa Wahidiyah kelompok individu kalangan Mahasiswa.
·        Badan Pembina Kanak-kanak Wahidiyah kelompok individual Kanak-kanak
Badan Pembina tersebut mempunyai peranan yang amat strategis dalam pembinaan dan Penyiaran Wahidiyah.

II.    PERAN BADAN-BADAN PEMBINA
Badan-badan Pembina tersebut telah terbentuk pada Zaman Beliau Muallif R.A. Pembentukan Badan-badan itu dengan tujuan dan dasar yang jelas.
a). Badan Pembina Wanita Wahidiyah (BPWW) di bentuk dengan dasar bahwa kaum wanita adalah Individu yang mempunyai tugas dan tanggung jawab khusu yang berbeda dengan lainnya.
Tugas dan tanggung jawab dirumah ; seperti pernyataan Rosuululloh SAW.
االمرأة راعية في بيت زوجها وهي مسئولة عن راعيتها
Artinya : Wanita adalah pemimpin di rumah suaminya. Dan ia harus mempertanggung jawabkan akan kepemimpinannya.
Tugas dan tanggung jawab mendidik anak-anaknya sebuah hadis berbunyi :
 الجنة تحت اقدام الامهات
Surga berada di telapak kaki para ibu
Tugas dan tanggung jawab dalam masyarakat-masyarakat pernyataan hadist sebagai berikut :
..النساء عماد البلاد ان صلحت صلحت البلاد وان فسدت فسدت البلاد
Wanita adalah tiang Negara, apabila Wanita baik maka Negara akan menjadi baik, bila Wanita jelek, ( ahklaqnya ) maka negara akan menjadi jelek.
Ditinjau dalam ilmu kemasyarakatan (Sosiologi), bahwa ada tipe-tipe umum kelompok sosial antara lain :
Katagori Statistik yaitu pengelompokan atas dasar ciri-ciri tertentu yang sama seperti : wanita, anak-anak dsb. (SOSIOLOGI-132 oleh Soerjono Soekamto).
Tujuan dibentuknya BPWW : agar supaya wanita-wanitaWahidiyah menjadi
االمرأة الصالحة الكاملة والمكملة
Dengan uraian di atas, BPWW diharapkan mengakomodir kaum wanita semaksimal mungkin dalam mengemban tugas dengan meningkatkan SDM akliyah dan dzauqiyah untuk mewujudkan tujuan tersebut, sesuai dengan bimbingan Muallif Rodliyallohu `Anhu.
b). Badan Pembina Remaja Wahidiyah (BPRW), dibentuk untuk mengakomodir kaum remaja, yang mempunyai ciri-ciri sendiri.; dengan tujuan agar remaja-remaja Wahidiyah yang bertanggung jawab yang siap menjadi pemimpin masa datang.
شبان اليوم رجال الغد

Juga diharapkan menjadi remaja yang berani menegakkan kebenaran seperti yang disebutkan dalam surat Al Kahfi.
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى (13) وَرَبَطْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَنْ نَدْعُوَ مِنْ دُونِهِ إِلَهًا لَقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا
  (الكهف : 13، 14)
Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita Ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
Dan kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri[875], lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, Sesungguhnya kami kalau demikian Telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran".
Suatu fakta yang disampaikan Ahli Ilmu Jiwa bahwa pada fase remaja/maha siswa mempunyai ciri khusus: pada masa remaja, anak mulai tumbuh dorongan untuk hidup, kebutuhan akan adanya teman yang dekat memahami dan menolong teman-teman yang dapat merasakan suka dan duka. (PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA hal. 26 : Prof. DR. M Djawad Dahlan).
Selanjutnya di sebutkan:, masa remaja berkaitan dengan perkembangan perasan atau kesadaran akan jati dirinya. Remaja dihadapkan dengan berbagai pertanyaan yang menyangkut keberadaan dirinya, masa depannya, perasaan-perasaan sosial dan kehidupan keagamaannya. (PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA hal. 188).
M. Djawad juga menyebutkan: apabila remaja gagal dalam mengembangkan rasa identitasnya, maka remaja akan kehilangan arah. Dampaknya mereka mungkin akan mengembangakan perilaku yang menyimpang. (PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA hal. 71).
Permasalahan-permasalahan tersebut di atas merupakan tugas yang harus dilaksanakan oleh BPRW. Sebagai kelompok lingkungan remaja BPRW bisa menjadi wahana bagi remaja untuk mengembangkan diri yang positif, sesuai dengan bimbingan Muallif Rodliyallohu `Anhu.
c). Badan Pembina Mahasiswa Wahidiyah secara formal pembentukannya setelah beliau Muallif Rodliyallohu `Anhu wafat. Namun secara implisit, Beliau Muallif Rodliyallohu `Anhu telah memberi sinyal keberadaan mahasiswa Wahidiyah. Muallif Rodliyallohu `Anhu menegaskan, bahwa Wahidiyah mencetak intelek yang berjiwa wali dan wali yang intelek. Hal ini mengandung suatu pengertian bahwa Wahidiyah juga memepersiapkan Tunas - Tunas Intlek, yaitu kelompok mahasiswa. Pada umumnya permasalahan yang dihadapi Remaja sama dengan yang dihadapi dengan mahasiswa. Hal ini karena usia Remaja alur sama dengan usia mahasiswa. Ada perbedaan sedikit, pada kelompok mahasiswa telah lebih fokus mengarah pada pemantapan pendirian hidup. (PSIKOLOGI ANAK DAN REMAJA hal. 27). Sebagaimana maklum, bahwa kehidupan mahasiswa dapat mendapatkan masukan-masukan yang mengarah kepada perkembangan jiwa dan intelektualnya dilingkungan kampus. Namun tidak semua kampus memberikan masukan-masukan di semua aspek yang dibutuhkan mahasiswa.
      Di sinilah tugas yang harus diemban BPMW sebagai kelompok di luar lingkungan kampus, yang akan mengarahkan mahasisiwa menjadi Intlek yang berjiwa wali.
d). Badan Pembina Kanak-kanak Wahidiyah, temasuk yang dibentuk oleh Muallif Rodliyallohu `Anhu.
 Pembinaan kanak-kanak memerlukan metode tersendiri, hal ini disebabkan individu binaan/obyek binaan adalah kalangan kanak-kanak, sedangkan pembinanya adalah bukan di kelompok kanak-kanak. Adapun bagi BPWW, BPRW dan BPMW obyek binaannya dan pembinanya dari kalangan yang sama.
Menurut tinjauan para ahli, pada fase kanak-kanak masih dominan pengaruh orang tua. Namun demikian anak-anak juga mempunyai kecenderungan untuk bergaul dengan teman-teman sebaya sebagai media untuk bermain, sebab bermain merupakan sebagian kehidupannya.
Menurut Drs. Ketut Sukardi dalam bukunya ”BIMBINGAN PERKEMBANGAN JIWA ANAK” hal. 81 menyebutkan : Pergaulan dengan teman-teman mempunyai peranan yang sangat penting dalam pertumbuhan anak. melalui pergaulan itulah, anak akan belajar hidup dan bergaul dengan masyarakat yang luas di luar keluarga.
Menurut tinjauan Islam bahwa perkembangan anak banyak diwarnai oleh lingkungannya (keluarga, sekolah dan kawan-kawannya). Rosululloh Shollallohu `Alaihi Wa Sallam bersabda :
مامن مولود يولدالا علي الفطرة فابواه يهودنه او ينصرانه اويمجسا نه
Dari uraian di atas bahwa perkembangan anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan di luar dirinya. Suatu kenyataan pergaulan anak-anak yang kurang baik, sementara arahan dari lingkungan sekolah kurang disukai. Di sinilah tanggungjawab orang tua untuk mencarikan teman yang baik. BPKW dituntut untuk menggantikan peran teman-teman yang bisa mengarahkan anak sehingga menjadi anak yang soleh anak yang berguna bagi orang tua, peduli pada masyarakat, bangsa dan negaranya sesuai dengan bimbingan Muallif Rodliyallohu `Anhu. Satu hal yang harus kita ingat bahwa sabda Rululloh Shollallohu `Alaihi Wa Sallam
مثل الذي يتعلم في صغره كاالنقس على الحجر والذي يتعلم في كبر ه كا الذي يكتب على الماء
Para ahli Ilmu jiwa juga menyebutkan bahwa: ”Pengalaman di waktu kecil mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perkembangan berikutnya.” (PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA hal. 12 DR. Samsul Yusuf).








III.  KESIMPULAN
Dari uraian tersebut di atas bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut:
1.    Badan-badan pembina Wahidiyah mempunyai kedudukan yang strategis dalam pembinaan dan penyiaran Wahidiyah bagi ummat masyarakat jami`al `alamin.
2.    Obyek penyiaran dan pembinaan Wahidiyah di dalam masyarakat sebagian besar menyangkut empat kelompok yaitu kelompok wanita, remaja, mahasiswa dan kanak-kanak.
3.    Pendapat para ahli ilmu jiwa, ilmu pendidikan, ilmu kemasyarakatan bahwa faktor lingkungan masyarakat atau kelompok yang sama mempunyai pengaruh yang  kuat terhadap diri seseorang, demikian juga teori Islam.
4.    Konsep yang dibimbingkan oleh Hadhrotus Syekh  Muallif Sholawat Wahidiyah Rodliyallohu `Anhu sangat cocok dengan teori-teori dari para ahli ilmu, terutama konsep Islam.
5.     Kenyataan di masyarakat banyak kenakalan-kenakalan, penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh anak-anak, dan yang lebih parah lagi penyimpangan yang dilakukan oleh orang dewasa.
6.     Badan-badan pembina Wahidiyah sebagai wahana pendidikan dan pengembangan diri anak yang kondusif, dilingkungan masyarakat atau lingkungan teman sebaya.


IV.  PENUTUP
Materi atau pengetahuan tentang badan-badan pembina Wahidiyah memang sangat perlu untuk difahami oleh kita para pengamal Wahidiyah, sehingga diharapkan keberadaan badan-badan pembina dapat meningkatkan penyiaran dan pembinaan Wahidiyah secara maksimal seperti yang diharapkan Muallif Rodliyallohu `Anhu. Namun saya mohon maaf, bahwa uraian tentang peran badan-badan pembina ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya mohon sudi kiranya para pembaca yang terhormat, untuk memberikan koreksi perbaikan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk perjuangan yang kita yakini kebenarannya  Amin.





Peran Pembina Peran Pembina Reviewed by Admin on 11:09 Rating: 5

No comments

Intro AD

Image Link [https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkXfApqhhwbuaSANznMCD1C1uMy6r8ACZhegzYdYVAzPg-I2fR2w7L4xInRPUgcU3pVC5MMvFJxpDirJqKoax2XP986RfTItPUC-oli4zqYNcVC8NdeXGU9jzW1etHQLHbHcqVHlw-dyo/s1600/Minyak+Saraf.png] Author Name [Minyak Saraf] Author Description [Minyak Untuk Syaraf dan Tulang | Jual STAR BIO OIL | Indah Puspitawati 0857-4365-7366 | Ampuh] Facebook Username [#] Twitter Username [#] GPlus Username [#] Pinterest Username [#] Instagram Username [#]