Minyak Untuk Syaraf dan Tulang
Minyak Untuk Syaraf dan Tulang | Jual STAR BIO OIL | Indah Puspitawati 085743657366
| Ampuh
1. Sel Saraf
(Neuron)
Sistem saraf yang
sudah kita maklumi dan kita ketahui bahwa Sel Saraf ini terdiri atas sel-sel
saraf yang disebut neuron. Adapun Neuron bergabung membentuk suatu jaringan
untuk mengantarkan impuls (rangsangan), Sel saraf tersebut tersusun dari badan
sel, dendrit, dan akson.
Otak besar
merupakan pusat pengendali kegiatan tubuh yang disadari. Berpikir, berbicara,
melihat, bergerak, mengingat, dan mendengar termasuk kegitan tubuh yang
disadari. Otak besar dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan
belahan kiri.
Anda Terkena
Saraf Kejepit?? Sudah tahu Solusinya? Jika belum, Berikut Solusi Terbaik buat
Anda.
Sistem yang
tidak asing kita dengar yakni Sistem Saraf merupakan salah satu sistem
koordinasi yang bertugas menyampaikan rangsangan dari reseptor untuk dideteksi
dan direspon oleh tubuh. Sistem saraf memungkinkan makhluk hidup tanggap dengan
cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar maupun dalam.
Untuk
menanggapi rangsangan, terdapat tiga (3) bagian yang dimiliki oleh sistem
saraf, yaitu:
Reseptor, adalah alat penerima rangsangan
atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ
indera.
Penghantar
impuls, dilakukan
oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson).
Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel
saraf disebut neuron.
Efektor, adalah bagian yang menanggapi
rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls.
Efektor yang paling penting pada manusia
adalah otot dan kelenjar
Sistem saraf yang
sudah kita maklumi dan kita ketahui bahwa Sel Saraf ini terdiri atas sel-sel
saraf yang disebut neuron. Adapun Neuron bergabung membentuk suatu jaringan
untuk mengantarkan impuls (rangsangan), Sel saraf tersebut tersusun dari badan
sel, dendrit, dan akson.
Dari Sel saraf
tersebut yang telah tersusun dari badan sel, dendrit, dan akson, adapuan Badan
sel saraf itu sendiri merupakan bagian yang paling besar dari sel saraf. Badan
sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke
akson. Pada badan sel saraf terdapat inti sel, sitoplasma, mitokondria,
sentrosom, badan golgi, lisosom, dan badan nisel. Badan nisel merupakan
kumpulan retikulum endoplasma tempat transportasi sintesis protein.
Kemudian Dendrit
ituadalah serabut sel saraf pendek dan bercabang-cabang. Dendrit merupakan
perluasan dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan mengantarkan rangsangan
ke badan sel. Adapuan Akson disebut neurit. Neurit adalah serabut sel saraf
panjang yang merupakan perjuluran sitoplasma badan sel. Di dalam neurit
terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril dibungkus
oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung zat lemak dan
berfungsi untuk mempercepat jalannya rangsangan. Selaput mielin tersebut
dibungkus oleh sel-sel sachwann yang akan membentuk suatu jaringan yang dapat
menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan
mielin sebelah luar disebut neurilemma yang melindungi akson dari kerusakan.
Bagian neurit ada yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin. Bagian ini disebut
dengan nodus ranvier dan berfungsi mempercepat jalannya rangsangan.
2. Impuls
Impuls adalah
rangsangan atau pesan yang diterima oleh reseptor dari lingkungan luar,
kemudian dibawa oleh neuron. Impuls dapat juga dikatakan sebagai serangkaian
pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh rangsangan
adalah sebagai berikut.
a. Perubahan
dari dingin menjadi panas.
b. Perubahan
dari tidak ada tekanan pada kulit menjadi ada tekanan.
c. Berbagai
macam aroma yang tercium oleh hidung.
d. Suatu benda
yang menarik perhatian.
e. Suara
bising.
f. Rasa asam,
manis, asin dan pahit pada makanan.
Impuls yang
diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya
gerakan atau perubahan pada efektor.
Gerakan tersebut
adalah sebagai berikut.
a. Gerak sadar
Gerak sadar
atau gerak biasa adalah gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari.
Impuls yang menyebabkan gerakan ini disampaikan melalui jalan yang panjang.
Bagannya adalah sebagai berikut.
b. Gerak
refleks
Gerak refleks
adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Impuls yang menyebabkan
gerakan ini disampaikan melalui jalan yang sangat singkat dan tidak melewati otak.
Bagannya sebagai berikut.
Contoh gerak
refleks adalah sebagai berikut.
-Terangkatnya
kaki jika terinjak sesuatu.
-Gerakan
menutup kelopak mata dengan cepat jika ada benda asing yang masuk ke mata
-Menutup hidung
pada waktu mencium bau yang sangat busuk.
-Gerakan tangan
menangkap benda yang tiba-tiba terjatuh.
-Gerakan tangan
melepaskan benda yang bersuhu tinggi.
3. Susunan
Sistem Saraf
Di dalam tubuh
kita terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Sistem
saraf manusia tersusun dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem
saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan sistem
saraf tepi terdiri atas sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
a. Sistem saraf
pusat
1) Otak
Otak merupakan
alat tubuh yang sangat penting dan sebagai pusat pengatur dari segala kegiatan
manusia. Otak terletak di dalam rongga tengkorak, beratnya lebih kurang 1/50
dari berat badan. Bagian utama otak adalah otak besar (Cerebrum), otak kecil
(Cerebellum), dan batang otak.
Masing-masing
belahan pada otak tersebut disebut hemister. Otak besar belahan kanan mengatur
dan mengendalikan kegiatan tubuh sebelah kiri, sedangkan otak belahan kiri
mengatur dan mengendalikan bagian
tubuh sebelah kanan.
tubuh sebelah kanan.
Otak kecil
terletak di bagian belakang otak besar, tepatnya di bawah otak besar. Otak
kecil terdiri atas dua lapisan, yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan
dalam berwarna putih. Otak kecil dibagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kiri
dan belahan kanan yang dihubungkan oleh jembatan varol. Otak kecil berfungsi
sebagai pengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasikan kerja otot ketika seseorang
akan melakukan kegiatan.
Batang otak
tersusun dari medula oblangata, pons, dan otak tengah. Batang otak terletak di
depan otak kecil, di bawah otak besar, dan menjadi penghubung antara otak besar
dan otak kecil. Batang otak disebut dengan sumsum lanjutan atau sumsum
penghubung. Batang otak terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan dalam dan luar
berwarna kelabu karena banyak mengandung neuron. Lapisan luar berwarna putih,
berisi neurit dan dendrit. Fungsi dari batang otak adalah mengatur refleks
fisiologis, seperti kecepatan napas, denyut jantung, suhu tubuh, tekanan,
darah, dan kegiatan lain yang tidak disadari.
Fungsi Otak kiri dan otak kanan berbeda, dapat dilihat pada gambar berikut ini
Fungsi Otak kiri dan otak kanan berbeda, dapat dilihat pada gambar berikut ini
2) Sumsum
tulang belakang
Sumsum tulang
belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari
ruas-ruas tulang leher sampai ruas-ruas tulang pinggang yang kedua. Sumsum
tulang belakang terbagi menjadi dua lapis, yaitu lapisan luar berwana putih dan
lapisan dalam berwarna kelabu. Lapisan luar mengandung serabut saraf dan
lapisan dalam mengandung badan saraf.
Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.
Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, saraf motorik, dan saraf penghubung. Fungsinya adalah sebagai penghantar impuls dari otak dan ke otak serta sebagai pusat pengatur gerak refleks.
b. Sistem Saraf
Tepi
Sistem saraf
tepi tersusun dari semua saraf yang membawa pesan dari dan ke sistem saraf
pusat. Kerjasama antara sistem pusat dan sistem saraf tepi membentuk perubahan
cepat dalam tubuh untuk merespon rangsangan dari lingkunganmu. Sistem saraf ini
dibedakan menjadi sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.
1) Sistem saraf
somatis
Sistem saraf
somatis terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf sumsum tulang
belakang. Kedua belas pasang saraf otak akan menuju ke organ tertentu, misalnya
mata, hidung, telinga, dan kulit. Saraf sumsum tulang belakang keluar melalui
sela-sela ruas tulang belakang dan berhubungan dengan bagian-bagian tubuh,
antara lain
kaki, tangan, dan otot lurik. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot
rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
kaki, tangan, dan otot lurik. Saraf-saraf dari sistem somatis menghantarkan informasi antara kulit, sistem saraf pusat, dan otot-otot
rangka. Proses ini dipengaruhi saraf sadar, berarti kamu dapat memutuskan untuk menggerakkan atau tidak menggerakkan bagian-bagian tubuh di bawah pengaruh sistem ini.
2) Sistem saraf
otonom
Contohnya
apabila kita kejatuhan cicak, kita merasa kaget ketakutan, dan menjerit keras.
Jantung berdetak dengan cepat. Pikiran kacau. Reaksi yang membuat respon dalam
situasi ketakutan ini dikontro oleh sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom
mengatur kerja jaringan dan organ tubuh yang tidak disadari atau yang tidak
dipengaruhi oleh kehendak kita. Jaringan dan organ tubuh diatur oleh sistem
saraf otonom adalah pembuluh darah dan jantung. Sistem saraf otonom terdiri
atas sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
Sistem saraf simpati disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang yang terletak di sepanjang tulang belakang sebelah depan, dimulai dari ruas tulang leher sampai tulang ekor. Masing-masing simpul saraf dihubungkan dengan sistem saraf spinal yang keluar menuju organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, dan pencernaan.
Sistem saraf simpati disebut juga sistem saraf torakolumbar, karena saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 sampai dengan ke-12. Sistem saraf ini berupa 25 pasang ganglion atau simpul saraf yang terdapat di sumsum tulang belakang yang terletak di sepanjang tulang belakang sebelah depan, dimulai dari ruas tulang leher sampai tulang ekor. Masing-masing simpul saraf dihubungkan dengan sistem saraf spinal yang keluar menuju organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, ginjal, pembuluh darah, dan pencernaan.
Sistem saraf
dapat mengalami gangguan atau kelainan. Beberapa contoh gangguan pada
sistembuh) saraf manusia adalah sebagai berikut.
a. Epilepsi,
merupakan kelainan pada sel-sel saraf di otak sehingga penderita tidak dapat
merespon berbagai rangsangan. Otot-otot rangka penderita sering berkontraksi
secara tidak terkontrol. Epilepsi dapat disebabkan karena cacat sejak
kelahiran, kelainan metabolisme, infeksi, adanya racun yang merusak sel-sel
saraf, kecelakaan pada kepala, dan tumor.
b. Neuritis,
adalah luka pada neuron atau sel-sel saraf. Disebabkan oleh infeksi, kekurangan
vitamin, karena pengaruh obat-obatan dan racun.
c. Amnesia,
atau penyakit lupa, yaitu sulit mengingat kejadian-kejadian yang telah berlalu.
Amnesia dapat disebabkan karena goncangan batin atau cidera pada otak.
d. Strok,
adalah kerusakan otak akibat pecah, penyempitan, atau tersumbatnya pembuluh
darah di otak. Strok sering terjadi pada orang yang menderita tekanan darah
tinggi.
Nyeri Kaki adalah Nyeri pada kaki mengacu
pada setiap jenis rasa sakit yang terjadi antara tumit dan panggul. Ada banyak
alasan untuk gejala kaki nyeri, dan tidak semuanya disebabkan oleh masalah yang
berasal dari kaki. Beberapa cedera atau masalah tulang belakang dapat menyebabkan
kaki nyeri atau sakit.
Nyeri pada kaki
dapat dalam durasi panjang, sementara, intermiten, akut, atau progresif lambat.
Nyeri dapat mempengaruhi hanya bagian dari kaki, seperti lutut, atau seluruh
anggota tubuh. Sakit kaki dapat dirasakan sebagai kesemutan, tajam, tumpul,
sakit, atau sensasi menusuk.
Beberapa nyeri
kaki mungkin hanya gangguan, dalam beberapa kasus penyebabnya tidak dapat
ditemukan. Nyeri kaki lainnya mungkin merupakan tanda dari penyakit yang lebih
serius atau kondisi, yang bahkan mengancam nyawa. Trauma memiliki arti medis
dan kejiwaan.
Trauma adalah
cedera, luka, atau syok serius, dan dapat termasuk patah tulang, kerusakan
tulang, kerusakan otot, cedera sendi, atau kombinasi keduanya. Bahkan trauma
belakang, jika saraf sciatic meradang, bisa menyebabkan nyeri hingga kaki
bagian bawah sepanjang saraf siatik. Aktivitas fisik berlebihan pada beberapa
bagian dari kaki juga dapat menyebabkan cedera.
Untuk lebih
cepat sembuh dan bisa beraktifitas kembali cepet tan beli Star Bio
Oil sebelum kehabisan.
Minyak Untuk Syaraf dan Tulang
Reviewed by Admin
on
07:29
Rating:
Reviewed by Admin
on
07:29
Rating:



No comments